CATATAN PELATIHAN KESPRO 1

Posted on Updated on

Banyak canda, banyak tawa. Peserta terkadang masih malu-malu dan ragu ketika alat-alat reproduksi ditunjukkan. Mereka masih merasa canggung karena belum terbiasa untuk mengenal hal tersebut secara umum.

Tak mau kalah dengan peserta perempuan, pesrta laki-laki juga gencar melotarkan pertanyaan kepada Mbak Wirda seputar alat reproduksi laki-laki. Dalam pelatihan ini, selain diajarkan berbagai macam teori kesehatan reproduksi, peserta juga diajak untuk mempraktekkan cara memfasilitasi didalam kelompok masyrakat dampingan. Dengan tujuan agar peserta pelatihan Fasilitator Desa tidak ragu-ragu lagi ketika mereka terjun langsung dilapangan.aktek kesehatan reproduksi dikeluarkan oleh Mbak Wirda sebagai  pemateri pelatihan Fasilitator Desa mengenai Kesehatan Reproduksi. Alat-alat praktek reproduksi seperti vebrigator yang terbuat dari kayu berbentuk penis manusia dan gambar alat kelamin perempuan  terkadang menjadi bahan lulucon bagi peserta pelatihan yang masih sedikit tabu dengan  hal-hal tersebut.

Dengan kelihain mbak wirda sebagai pemateri, membuat peserta yang tadinya masih malu-malu untuk menyentuh alat praktek perlahan kecanggungan mereka hilang. Bahkan bagi peserta perempuan memanfaatkan momentum pelatihan ini sebagai ajang konsultasi kepada Mbak Wirda soal apa saja yang harus mereka lakukan agar terhindar dari penyakit-penyakit reproduksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s