Kunjungan IMACS-USAID-Bank Danamon Pada Kelompok Usaha Kecil di Kendari, Sulawesi Tenggara

Posted on Updated on

IMG_1355Kendari – Salah satu hal yang seringkali menghambat sebuah usaha adalah kurangnya modal usaha. Modal usaha merupakan factor penting dalam berlangsungnya sebuah usaha ekonomi. Pada tanggal 17 Maret 2014, IMACS, USAID, dan Bank Danamon melakukan kunjungan kepada kelompok usaha ekonomi ibu-ibu di wilayah Kendari. Ada 5 kelompok usaha yang hadir saat itu. 4 kelompok dampingan Aliansi Perempuan Sultra, dan 1 kelompok dampingan Koalisi Perempuan Indonesia.

Dalam kunjungan ini, pihak perwakilan dari bank Danamon menjawab permasalahan yang seringkali dirisaukan setiap pelaku usaha, yaitu modal. Bank Danamon memiliki program Danamon Simpan Pinjam. Produk ini memberikan kredit bagi kelompok-kelompok pelaku usaha dengan syarat dan ketentuan yang ada.

Danamon Simpan Pinjam hari ini melakukan penandatanganan kerjasama (business agreement) dengan United States Agency for International Development (USAID) guna meningkatkan pembinaan, kemampuan teknis dan akses pembiayaan kepada pelaku sektor agribisnis (pertanian dan perkebunan) untuk komunitas tertentu.

Danamon Simpan Pinjam memberikan pelayanan aktivitas usaha mikro, baik dalam pembiayaan maupun simpanan. Dalam memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyaman layanan, Danamon Simpan Pinjam menyediakan 2 unit layanan bisnis, yaitu sebagai berikut :

  1. Unit Pasar Model
    Fokus melayani nasabah di komunitas Pasar Inti dan Plasma melalui unit Pasar Model yang melayani individu dengan usaha sendiri yang bersifat informal dengan kebutuhan pembiayaan maksimal Rp 500 jt.
  2. Unit Solusi Modal
    Fokus melayani individu yang memiki usaha sendiri yang berada di luar komunitas pasar (di luar pasar model), dengan target utama para pengecer/retailer. Kebutuhan pembiayaan yang diberikan maksimal Rp 50 jt.

 

IMG_1344IMG_1338

 

 

 

 

 

 

 

Pada kunjungan ini, ibu-ibu nampak antusias, dan banyak dari mereka memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan program kredit tersebut. Salah satunya adalah seorang peserta menanyakan perihal syarat keanggotaan komunitas. Keanggotaan komunitas setidaknya memiliki AD/ART maupun struktur organisasi yang jelas. Selain itu juga menetap diwilayah tempat dia mengelola usahanya.

Pada kunjungan ini juga sempat disinggung mengenai konsep pemasaran melalui media selular. Konsep ini membutuhkan alat komunikasi berupa smartphone, yang mana dapat mempermudah pengguna dalam mengakses pemasaran produk dan menjangkau pemasaran lebih maksimal.

Pertemuan ini juga merupakan pertemuan akhir dari program IMACS di kota Kendari. Diharapkan dari pertemuan ini kelompok ekonomi ini semakin semangat dalam mengembangkan usahanya. –Melya-

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s