Presentasi Program Peningkatan Perencanaan dan Penganggaran Untuk Menunjang Pencapaian SPM dan MDGs

Posted on

Kendari – Tanggal 9-10 Mei 2014 diselenggarakan workshop program BASICS yang dihadiri oleh pemerintah lokal, pemerintah daerah, serta OMS (Organisasi Masyarakat Sipil). Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara telah terlibat dalam program ini sejak tahun 2012 silam. Pada kesempatan ini, ALPEN mendapat kehormatan untuk membagikan sharing dan pembelajaran yang diperoleh selama bergabung dalam kegiatan ini.

Organisasi masyarakat sipil merupakan sekumpulan anggota masyarakat yang tergabung untuk mencapai tujuan tertentu. OMS bukanlah bagian dari institusi pemerintah yang memiliki otoritas yang melekat pada dirinya atau pun institusi sektor swasta yang memiliki kekuatan modal. OMS merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan tata pemerintahan yang baik (Good Governance).

Salah satu bentuk kewajiban pemerintah daerah pada masa otonomi daerah adalah pemenuhan hak dasar di daerah nya sebagaimana termuat dalam standar pelayanan minimal (SPM). Secara tekhnis dan politik anggaran, hal tersebut merupakan domain pemerintah. Namun pada aspek penyelenggaraan dan pengawasan, hal tersebut sangat terkait dengan peran OMS untuk mendukungnya. Penyediaan fasilitas oleh pemerintah tidak banyak berarti tanpa partisipasi masyakat dalam memanfaatkannya. Demikian pula pada proses pengawasan, perencanaan dan penganggaran daerah, OMS dapat berkontribusi memberikan masukan dan saran untuk hal tesebut.

Namun pada kenyataannya, ada pandangan skeptis pemerintah terhadap OMS dan begitu pula sebaliknya. OMS (terutama LSM) dipandang hanya mengkritik tanpa data pendukung, sementara pemerintah merasa kurang nyaman duduk sejajar bersama OMS. Project BASIC berupaya memfasilitasi kesenjangan tersebut dengan beberpa kegiatan peningkatan kapasitas OMS dan mendorong upaya kerjasama yang saling menguntungkan diantara elemen-elemen pembangunan tersebut di daerah.

Alpen Sultra sebagai wadah organisasi masyarakat sipil (OMS) di provinsi Sulawesi Tenggara mengambil peran dan kesempatan tersebut sebagai bagian dari partisipasi pembangunan daerah. Kesenjangan antara pemerintah dan OMS/LSM di anggap sebagai sebuah tantangan yang perlu di kembangankan dalam bentuk kerjasama dan upaya saling mendukung untuk pembangunan dan kesejahteraan daerah. Melalui prinsip-prinsip partisipatif dan kesetaraan, ALPEN SULTRA kemudian terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatang di Project BASIC terutama dalam memainkan peran nya dalam prose pengawasan pelaksanaan pelayanan publik. Hal ini tentu ditujukan untuk meningkatkan kapasitas lembaga dan personal nya dalam mendukung proses-proses perencanaan dan penganggaran pembangunan yang adil dan setara di Sulawesi Tenggara. Selain itu hal ini juga berjalan sejajar dengan UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengatur bahwa masyarakat memiliki peluang untuk berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan rencana pembangunan di daerah. Salah satunya dengan ikut berkontribusi terhadap proses pengawasan pelaksanaan pelayanan publik.

Sosialisasi ini mendapat apresiasi baik dari peserta workshop maupun juga dari panitia. -Melya-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s