Economy

Pelatihan Legal Drafting “Mendorong Kebijakan Ekonomi Kerakyatan Berperspektif Gender di Sulawesi Tenggara

Posted on Updated on

Penyampaian materi Hasil Kajian Ekonomi Kerakyatan oleh ASPPUK Nasional
Penyampaian materi Hasil Kajian Ekonomi Kerakyatan oleh ASPPUK Nasional

Sebanyak 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Legal Drafting dengan tema “Mendorong Kebijakan Ekonomi Kerakyatan yang Berperspektif Gender” yang diadakan selama tiga hari yang dimulai tanggal 27-29 Juni 2015 di Hotel Dragon Inn Kendari yang diadakan oleh Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara (ALPEN SULTRA) kerjasama dengan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) dengan dukungan Ford Foundation.

Seluruh peserta pelatihan ini berasal dari berbagai daerah. Kabupaten Buton Utara diwakili oleh peserta dari Desa Laangke, Desa Malalanda, Desa Matalagi dan Desa Lasiwa, sedangkan Kabupaten Konawe diwakili oleh Desa Saponda Darat dan Desa Saponda Laut. Seluruh peserta dari Kota Kendari dihadiri oleh anggota Jaringan Perempuan Usaha Kecil Kendari (JARPUK KENDARI) serta lembaga-lembaga perempuan lainnya.

Dalam pelatihan ini, seluruh peserta mendapatkan pemahaman tentang kebijakan ekonomi kerakyatan dengan pemparan hasil kajian ASPPUK pada enam wilayah kabupaten dan kota terkait Ekonomi Kerakyatan, sistem dan proses pembentukan perundang-undangan, pengetahuan tentang proses-proses legislasi serta mengasah keterampilan dalam pembentukan perundang-undangan yang berfungsi untuk advokasi kebijakan ekonomi kerakyatan yang berperspektif gender.

Review bahasa hukum dalam PERDES di Desa Saponda
Diskusi kelompok dalam sesi Review bahasa hukum dalam PERDES di Desa Saponda.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yakni Ibu Salmiah Ariyana (Sekretaris Eksekutif ASPPUK Nasional), Bapak I Nengah Suaryo, S.H.,M.H (KABAG Dokumentasi Hukum Biro Hukum SETDA Provinsi SULTRA) dan Bapak Drs. Wahyu, MT, M.Si (DISPERINDAGKOP dan UMKM Kota Kendari). Dan difasilitasi oleh Hasmida Karim (Direktur ALPEN-SULTRA).

Ibu Salmiah Ariyana selaku Sekretaris Eksekutif ASPPUK Nasional membuka secara resmi pelatihan ini. Beliau mengatakan pelatihan ini sangat penting untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang proses pembentukan perundang-undangan guna mendukung kinerja di pedesaan. Beliau menambahkan untuk memahami lebih dalam tentang materi pelatihan ini, dibutuhkan waktu yang cukup lama mengingat pembahasan mengenai perundang-undangan memiliki banyak poin-poin penting yang harus dibahas. Tetapi karena dibatasi oleh waktu, maka pelatihan ini hanya membahas inti sari dari proses pembuatan konsep kebijakan dan konsep undang-undang yang dibuat secara sederhana .Walaupun kegiatan ini dilaksanakan dengan waktu yang singkat, beliau berharap tidak mengurangi pengetahuan yang akan didapatkan oleh seluruh peserta.

Peserta, fasilitator dan narasumber berfoto bersama
Peserta, fasilitator dan narasumber berfoto bersama

Sampai saat ini, ASPPUK telah melakukan studi kebijakan ekonomi kerakyatan yang di lakukan di Indonesia. Keempat tempat tersebut adalah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh; Kabupaten Langkat dan Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara; Kota Kendari dan Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Studi ini antara lain menghasilkan output sementara yang menggambarkan promosi daerah masih lemah dan terbatas pada peran APBD daerah. Sangat diharapkan pemerintah mendukung penuh kebijakan yang dilakukan oleh daerah demi meningkatnya keserahteraan masyarakat. Disamping itu peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pendamping sangat menentukan aktivitas pelaku usaha kecil. Perlu adanya strategi dan kerja sama yang tepat sasarn antar pihak baik dari pelaku usaha, LSM Pendamping maupun pemerintah agar menuju masyarakat sejahtera lebih mudah tercapai.

WORKSHOP CITI MICRO-ENTREPRENEURSHIP 2015

Posted on Updated on

Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara didukung oleh UKM Center FEB UI dan Citi Foundation pada tanggal 15 Juni 2015 mengadakan kegiatan Workshop dan Program Pendampingan Intensif untuk para pengusaha mikro. Kegiatan ini menyangkut tema “Menjadi Usaha Kreatif Milyaran”. Para Peserta dibekali oleh narasumber Ibu Rahmatia Arqam pengusaha abon ikan Az-Zahra sebagai Juara Citi Micro-Entrepreneurship Award (CMA) 2008 serta Ibu Mustika Nur selaku pengusaha kue Bagea yang berasal dari Kendari. Mereka akan mengisi materi perkembangan usaha kecil mikro yang berpotensi lokal.

Sesi Motivasi oleh UKM Center UI
Sesi Motivasi oleh UKM Center UI

Pada kegiatan tersebut, para pelaku usaha mikro akan mendapatkan motivasi wirausaha oleh Ibu Mira Indrayani selaku Wakil Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Setelah program Wokshop Citi Micro-Entrepreneurship akan dipilih 10 pengusaha yang akan mendapatkan program pendampingan Intensif (Intensive Assistance Program) selama tiga bulan kedepan. Pengusaha mikro tersebut akan dilatih dan dibimbing oleh fasilitator dari Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara (ALPEN-SULTRA) yang sebelumnya sudah diberikan modul oleh pelatihan oleh UKM Center FEB UI untuk mendamping pengusaha mikro mengembangkan keterampilan dalam: 1) Perencanaan Usaha, 2) Strategi Pemasaran, 3) Pembukuan Sederhan, 4) Pengembangan SDM, 5) Manajemen Produksi dan Inovasi, 6) Etika Bisnis.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Bapak Syam Alam, S.E.,M.Si selaku Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Kota Kendari. Beliau sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini guna pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sangat penting bagi para wirausaha. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, para wirausaha mikro dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik dan menjadi ciri khas daerah Kota Kendari. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari Kecamatan di kota Kendari . 50 orang peserta berasal dari kelompok Perempuan Usaha Kecil yang tergabung dalam JARPUK (Jaringan Perempuan Usaha Kecil) Kota Kendari dampingan ALPEN SULTRA, 7 orang peserta berasal dari Balai Perempuan KPI-SULTRA dan 13 orang peserta berasal dari anggota forum UKM Kota Kendari.

Sejak tahun 2013 Citi Indonesia bersama dengan UKM Center FEB UI telah melaksanakan Workshop Citi Micro-Entrepreneurship dan Pendampingan Intensif (Intensive Assistance Program) sebagai bentuk komitmen dan perhatian terhadap pemberdayaan usaha mikro di Indonesia. Sampai sekarang program tersebut telah dilaksanakan d 12 lokasi dan membina lebih dari 500 UKM di Indonesia. Pada tahun ini, selain di Kendari akan diselenggarakan program serupa di Papua, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Sertifikat penghargaan Alpen - Sultra atas penyelenggaraan Workshop
Sertifikat penghargaan Alpen – Sultra atas penyelenggaraan Workshop

Program workshop dan pelatihan ini merupakan rangkaian program penyelenggaraan lomba CMA (Citi Microenterpreunership Award) pada akhir 2015 nanti. Program CMA diluncurkan sejak tahun 2005 di seluruh dunia dan di Indonesia sebagai pelaksana adalah UKM Center FEB UI dengan dukungan pendanaan oleh Citi Faoundation. Program CMA terbuka untuk menjaring wirausahawan mikro kreatif, memiliki kepedulian sosial, berdaya juang tinggi dan telah menerima pinjaman serta mendapatkan pembinaan dari LKM. Program ini terbagi dalam empat kategori kompetisi, yakni: 1) Wirausaha Mikro Perempuan, 2) Wirausaha Mikro Sosial, 3) Wirausaha Mikro Berwawasan Lingkungan, dan 4) Wirausaha Mikro Pelestarian Budaya. Para peserta mendaftarkan melalui berbagai tahapan seleksi, yakni: penilaian administrasif, survey tempat usaha dan wawancara oleh tim UKM Center FEB UI. Memasuki tahun ke 11 sebagai pelaksana dari awal, UKM Center mencatat program CMA sudah menghasilkan 100 pemenang dari wirausaha mikro dan 98% usaha yang ditekuni para pemenang tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan setelah mengikuti CMA. –Midha–

Pemberitaan media lokal terkait workshop dapat dilihat pada : http://www.sultrakini.com/2014/content/view/49097/59/

Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Di Kelompok Ibu-ibu Desa Saponda

Posted on Updated on

DSC_0208ALPEN bersama Ibu Rahmatia sekalu Ketua JARPUK (Jaringan Perempuan Usaha Kecil) kota Kendari melaksanakan pelatihan pembuatan bakso ikan di desa Saponda. Kegiatan yang diikuti 15 peserta ini dilaksanakan di PAUD Saponda Laut, Kabupaten Soropia, Selasa (9/06/2014).

Peserta yang hadir dalam pelatihan ini merupakan ibu-ibu yang sebagian besar memiliki usaha kecil. Sebelum pelatihan, Ibu Rahmatia memberikan materi sosialisasi terkait dengan pembentukan JARPUK untuk wilayah Saponda. Kelompok ini diharapkan dapat mengakomodir ibu-ibu yang ingin memiliki dan mengembangkan usaha secara berkelompok.

Menurut Field Coordinator, Marleni, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam bidang ekonomi. Tujuan lainnya agar masyarakat mempu mengolah ikan yang merupakan hasil utama di pulau mereka, agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Ibu Rahmatia menjelaskan bahwa dengan berkelompok, ibu-ibu sesame anggota dapat saling berbagi skill, pengalaman, dan mampu menyelesaikan masalah secara bersama. Hal ini berupaya agar kelompok tetap terbentuk meski ada kendala. Beda dengan apabila usaha dilakukan secara individu, dimana pemiliki akan enggan meneruskan usahanya apabila muncul sebuah kendala.

DSC_0209

Peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, bahkan Ibu Teti (34) menyatakan bahwa tertarik untuk mencoba dan mempraktekan cara membuat bakso ikan setelah pelatihan ini. –Melya-

 

Workshop Perencanaan Bisnis dan Pengembangan Usaha Komunitas JARPUK ( Jaringan Perempuan Usaha Kecil ) Kota Kendari

Posted on Updated on

Kendari – Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan JARPUK (Jaringan Perempuan Usaha Kecil) menyelenggarakan workshop perencanaan bisnis dan pengembangan usaha bagi JARPUK kota Kendari. Workshop ini diselenggarakan selama dua hari (6-7 Februari 2014) di hotel Liras, Andunohu. Dalam penyelenggaraan kegiatan ini Aliansi Perempuan didukung oleh HIVOS (Human Institute for Cooperation) dan ASPUK.

???????????????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca entri selengkapnya »

PEREMPUAN DAN EKONOMI

Posted on Updated on

KEGIATAN BIDANG EKONOMI

Program kerja dalam bidang perempuan dan ekonomi  ini mencakup pemberdayaan usaha ekonomi produktif  perempuan, penguatan ekonomi anggota jaringan perempuan usaha mikro dan pengembangan serta penguatan jaringan.

Tahun 2010 ini Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara (ALPEN-SULTRA), telah menerima dana, bantuan dari Direct Aid Program Australia (DAP Australia), dan telah menyalurkannya dengan memfokuskan perhatian pada beberapa tahapan kegiatan yakni;  Sosialisasi Proyek, Perbaikan Sarana Penjemuran, Pemberian bantuan alat dan bahan budidaya rumptu laut, Pembuatan Gudang Penampungan Rumput Laut, serta untuk menguatkan kelompok maka diberi Pelatihan Investasi dan Pembelajaran bagi Kelompok Usaha Budi Daya Rumput Laut,  dan Pelatihan pemupukan  rumput laut di Kelompok Budi Daya Rumput Laut Kelurahan  Bungkutoko Kecamatan Abeli Propinsi Sulawesi Tenggara.

Tujuan dari program kegiatan ini adalah untuk peningkatan ekonomi kelompok terutama dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Film baru ‘Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara’ ~ New film ‘The Women’s Alliance of Southeast Sulawesi’

Posted on Updated on

Kami sangat senang dan bangga telah melaunching film terbaru kami yakni Film Profil ALPEN-SULTRA. Silahkan kunjungi ini (Bahasa Ingris) atau ini (Bahasa Indonesia) untuk menyaksikan film ini baik dalam versi Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Anda juga dapat mendownload film ini dengan kualitas yang baik.

Atau Anda dapat menyaksikannya dalam versi Youtube.

Selamat Menyaksikan.

We are very pleased to launch a new film profiling the Women’s Alliance of Southeast Sulawesi. Visit fantastic independent media site Engagemedia and view the film by clicking here (English version) or here (Indonesian version). You can also download a high resolution version.

Or check out a youtube version here.

Happy viewing!

Pendidikan dan pelatihan ~ Education and training workshop

Posted on Updated on

Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Prov.Sulawesi Tenggara Bekerja sama Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara (ALPEN-SULTRA) melakukan suatu kegiatan yakni Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Melalui Keterampilan Pembuatan Bakso Ikan dan Abon Ikan, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kel.Puday Kec.Abeli Kota Kendari…selama dua hari , dari Tnggal, 7-8 November 2009

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan serta sikap mental yang positif pada kaum perempuan agar dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas hidupnya sehingga produktifitas mereka meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan keluarga dan masyarakat.

Peserta kegitan sebanyak 30 orang perempuan yang berdomisili pada pesisir pantai dan sekitarnya yang berada di Kelurahan Puday, Kelurahan Tobimeita, dan Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Prov.Sulawesi Tenggara.

break graphic

The Learning Activity Development Center (BPKB) of  Southeast Sulawesi and ALPEN Sultra held a 2 day workshop in Kel. Puday Kec. Abeli, Kendari from 7 – 8 November.  The workshop was focused on ‘Education and Training Skills for Women’s Empowerment through making fishballs and fish floss (abon ikan)’.

The purpose of this activity was to increase knowledge and skills and encourage a positive mental attitude in women in order to increase their capacity and quality of life. As a result, their productivity increases, which in turn will increase the income of families and communities.

30 young women participated in the workshop, all of whom are living in the coastal and surrounding areas located in Kelurahan Puday, Tobimeita District and Abeli, Lapulu sub-district, Kendari.