Anak Jalanan

KAMPANYE PERDANA GUGUS TUGAS BUNDA MENYAPA

Posted on

Kendari – BKKBN melalui program Gugus Tugas Bunda Menyapa, mengundang sejumlah stockholder yang telah terlibat dalam program untuk menghadiri launching perdana program ini. Kegiatan kampanye ini dilakukan di depan taman Walikota, tepatnya disejumlah titik lampu merah (25/04/2014).

DSC_0123

Turut hadir dalam kegiatan ini oleh bapak wakil Walikota, ketua BNN, POLRI, dinas-dinas setempat, serta LSM-LSM termasuk Aliansi Perempuan di dalamnya

Kegiatan ini merupakan bentuk kampanye kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada anak-anak yang meminta uang di jalan. Pasalnya, makin banyak anak-anak di jalanan yang meminta-minta uang. Disatu sisi ini tidak mendukung tumbuh kembang anak, dan disisi lain sangat tidak aman untuk anak-anak berada di jalanan.

DSC_0124DSC_0128

 

 

 

 

 

 

 

Kampanye dilakukan dengan membagikan brosur berisi himbauan kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada anak-anak di jalanan. Dikatakan pula, ada banyak cara untuk memberikan uang tanpa perlu memberikan secara langsung di jalan, karena hal inilah yang menyebabkan anak-anak enggan untuk meninggalkan kondisi jalanan.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk edukasi bagi masyarakat, agar mendukung terciptanya kota Kendari yang layak anak. Dapat dikatakan, tidaklah layak apabila anak-anak berada di jalanan, sehingga upaya awal inilah yang dapat dilakukan, agar pihak masyarakat mau mendukung program pemerintah ini.

Bapak wakil Walikota menyatakan bahwa anak-anak di wilayah kota Kendari ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Sehingga perlulah kita meninggalkan sesuatu yang baik bagi mereka, salah satunya adalah dengan adanya program ini. Program ini merupakan langkah awal untuk meminimalisir anak-anak berada di jalanan. –Melya-

 

GUGUS TUGAS BUNDA MENYAPA

Posted on Updated on

Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara terlibat dalam program pemerintah kota dalam menangani permasalahan anak jalanan. Pertemuan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2014 ini, dihadiri oleh bapak wakil Walikota Kendari, Ketua BP dan KB, sejumlah SKPD serta beberapa praktisi LSM di kota Kendari. Pertemuan ini adalah pertemuan pertama dalam membahas kelanjutan implementasi dalam program GTBM (Gugus Tugas Bunda Menyapa) ini.

Permasalahan anak jalanan merupakan permasalahan yang semakin lama semakin mengkawatirkan. Pasalnya semakin banyak anak-anak yang ada dijalanan. Bapak wakil Walikota menyatakan “ada tiga kategori anak yang ada dijalanan, yaitu karena permasalahan keluarga, karena permasalahan ekonomi, dank arena mafia”. Dan beliau menambahkan bahwa penting adanya pendekatan kepada keluarga dalam mengatasi hal tersebut.

Anak merupakan asset bangsa, sehingga penting untuk memperhatikan mereka sejak dini. Program inilah salah satunya. Dalam pertemuan ini sempat terjadi beda pendapat mengenai nama program. Ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa istilah bunda lebih cenderung kepada program ini diperuntukkan untuk kaum wanita saja, sementara ini adalah program bersama sebagai warga masyarakat Kendari. Namun, ibu ketua BP dan KB memberikan penjelasan “kenapa diberi nama Bunda, ini karena adanya aspek secara psikologi bahwa bunda adalah sosok yang hangat dan mengayomi, sehingga ketika kita turun ke lapangan, anak-anak akan merasakan sosok keibuan yang sedang menyapa mereka, jadi secara tidak langsung mereka akan merasa diperhatikan”. Secara umum, tujuan dari program ini adalah mengembalikan anak-anak ditempat seharusnya mereka berasal, yaitu sekolah. Dalam program GTBM ini nantinya juga akan dibuat pemecahan solusi baik di bidang pendidikan maupun dibidang ekonomi. Namun sebelumnya, PR terdekat yang perlu dilakukan adalah melakukan pemetaan dan identifikasi kelompok anak-anak jalanan terlebih dahulu.

Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai susunan pengurus yang nantinya akan bekerja dalam program GTBM ini. Adapun kepengurusan ini tidak hanya dari pihak pemerintah saja, melainkan juga melibatkan para praktisi LSM di kota Kendari. Semoga diharapkan kedepannya program GTBM ini dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga anak-anak semakin menyadari pentingnya belajar dan melakukan hal-hal yang positif untuk masa depan mereka. –Melya-