kekerasan perempuan

Penanganan Kasus dan Advokasi-Lap.Kegiatan

Posted on Updated on

ADVOKASI KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN PENANGANAN KASUS

Kendari 12 Januari 2010

Aliansi Perempuan Sulawesi Tenggara (ALPEN-SULTRA) menerima pengaduan kasus pelecehan seksual dan perbuatan yang tidak menyenangkan, yang mana korbannya adalah  Staff Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Kendari, sedangkan pelakunya adalah kepala kantor itu sendiri.

Sebagai organisasi yang fokus pada bidang advokasi dan penanganan kasus, maka ALPEN menerima laporan tersebut untuk di proses lebih lanjut. Berdasarkan kronologis yang di terima, Aliansi Perempuan beserta 12 LSM yang tergabung dalam koalisi anti kekerasan terhadap perempuan menganggap bahwa perbuatan tersebut telah melanggar UU RI No 7 tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita, rekomendasi umum No.19 Sidang ke 11 Komite PBB Kekerasan terhadap Perempuan serta UU No.39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan dasar manusia dalam hal ini : HAK UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI, HAK MEMPEROLEH KEADILAN, HAK ATAS KEBEBASAN PRIBADI, dan HAK ATAS RASA AMAN.

Untuk menuntut pertanggungjawaban dari perbuatan tersebut, ALPEN beserta 12 LSM yang tergabung dalam koalisi anti kekerasan terhadap perempuan melakukan demonstrasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari Sulawesi Tenggara untuk meminta pertanggungjawaban Kepala Kantor KP. Setelah mengalami perdebatan yang  panjang akhirnya demonstran bertemu langsung dengan Pelaku. Namun pelaku menolak dan tidak mengakui perbuatan tersebut. Bahkan beliau mengganggap bahwa hal itu tidak benar.

Dari hasil demonstrasi yang dilakukan tidak ada keputusan yang jelas, dimana pelaku melarikan diri setelah korban dihadirkan ditengah demonstran untuk bersaksi. Aksi yang dilakukan tidak hanya berujung sampai di tempat kerja pelaku namun demonstran menuju rumah dinas dimana pelaku berdomisili. Tujuan dari demonstran adalah untuk memberikan sangsi moral atau efek jera terhadap pelaku  untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut .