ngo

ALPEN bergabung Forum Anti Kekerasan Tambang (FAKTA) ~ ALPEN joins the Anti Violence and Mining Forum (FAKTA)

Posted on Updated on

ALPEN SULTRA, mengikuti rapat pertemuan forum anti kekerasan di Wilayah pertambangan (FAKTA) terkait dengan peristiwa penembakan pendulang tradisional dan tindakan penganiayaan terhadap 70 orang pendulang lainnya oleh aparat kepolisian pada tanggal 16-17 Juli 2009 di Kabupaten Bombana. Peristiwa ini bermula dibakranya tenda-tenda pendulang local oleh pihak investor sehingga menimbulkan aksi demontrasi oleh pendulang local dan terjadinya penembakan oleh pihak aparat terhadap pihak demonstran. Berdasarkan peristiwa tersebut diatas, WALHI SULTRA mengisiasi dukungan dari beberapa lembaga (NGO) untuk menggalang aksi solidaritas terhadap kekerasan yang terjadi di wilayah pertambangan di Kabupaten Bombana.

Rapat ini menghasilkan beberapa pernyataan sikap bersama atas tindakan kekerasan tersebut yang terdiri dari :

1. Mengutuk keras tindakan kekerasan, teror dan intimidasi oleh aparat kepolisian terhadap warga yang melakukan aktivitas pertambangan di kawasan pertambangan emas Kab. Bombana

2. Usut tuntas pelaku kekerasan yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

3. Segera menghentikan tindakan kekerasan, teror dan intimidasi terhadap warga yang melakukan aktivitas pertambangangan di kawasan pertambangan emas Kab. Bombana baik menggunakan aparat kepolisian maupun cara-cara lain yang menonjolkan praktek premanisme dan militerisme.

4. Moratorium untuk pertambangan emas Bombana.

 

Selanjutnya Forum ini kemudian mengadakan press conference dengan media local dan pada tanggal 28 July 2009 akan dilakukan aksi public hearing ke DPRD Prov. Terkait dengan peristiwa ini untuk meminta pertanggung jawaban KAPOLDA SULTRA dalam mengusut dan menyelesaikan kasus ini.

 

Anggota Forum Anti Kekerasan Tambang (FAKTA) ini yaitu :

1. Walhi Sultra

2. SHI Sultra

3. ALPEN Sultra

4. KPI Sultra

5. YPSHK

6. KPA Sultra

7. Medikra

8. Puspa HAM

9. AGRA Sultra

10. LBH Kendari

11. LMND Kendari

12. Konsorsium Masyarakat Pemerhati Bombana

break graphic

ALPEN Sultra has joined Anti Violence and Mining Forum (FAKTA) and attended a meeting on Wednesday addressing the issue of anti-violence in Southeast Sulawesi’s gold mining areas. On 16-17 July 2009, 3 community members were shot and 70 other workers were harrassed by the police in the Bombana District. Tents belonging to local workers were also burnt by mining investors. Workers held a demonstration, which resulted in the mining investor’s security forces firing on the demonstrators. Based on the above events, WALHI Sultra facilitated support from several organisations to act in solidarity against the violence that occurred in the mining areas of Bombana.

 

The Anti Violence and Mining Forum (FAKTA) has produced several joint statements related to the issue of violence. This forum, comprising a number of organisations:

 

1. Condemns acts of violence, terror and intimidation by police against citizens who conduct mining activities in the gold mining areas of Bombana;

2. Will conduct an investigation into the perpetrators of violence and human rights violations;

3. Calls for an immediate halt to acts of violence, terror and intimidation against citizens who conduct activities in Bombana’s gold mining areas, using either the police or other means of intimidation or the practice of criminal militarism.

4. Calls for an immediate moratorium on gold mining in Bombana.

 

This forum conducted a press conference with local media on 22 July. On 28 July, a public hearing will be held at Sulawesi Tenggara’s Legislative Council. This event aims to ensure the Head of Police in Sulawesi Tenggara takes responsibility in completing and prosecuting perpetrators associated with this case.

 

Anti Violence and Mining Forum (FAKTA) Members are:

1. Walhi Sultra

2. SHI Sultra

3. ALPEN Sultra

4. KPI Sultra

5. YPSHK

6. KPA Sultra

7. Medikra

8. Puspa HAM

9. Agra Sultra

10. LBH Kendari

11. LMND Kendari

12. Consortium Community observer Bombana