pulau saponda

ALPEN SULTRA Menggelar Rapat Bulanan Dengan Fasdes Bersama Tim MONEV

Posted on Updated on

Memasuki bulan ke-4, Alpen Sultra dalam programnya Kesehatan Reproduksi (Kespro) untuk masyarakat Pulau Saponda, telah menemukan beberapa indicator keberhasilan. Sala satunya adalah sebagian masyarakat pulau saponda yang menjadi target sasaran sudah mulai tahu beberapa penyakit yang berhubungan dengan Kesehatan Reproduksi yang diakibatkan oleh hubungan seksual yang tidak sehat hal ini berdasarkan dari penuturan dari sala seorang Fasdes saat rapat bulanan.

Para fasilitator desa yang bertugas di lapangan mendampingi masyarakat dalam penyadaran masalah kesehatan reproduksi dan seksual bersama dengan tim MONEV pada Hari Rabu 21 – Kamis 22 Juli 2010 melaksanakan rapat bulanan perkembangan program tersebut. Dalam rapat bulanan fasilitator desa bersama tim MONEV membicarakan tentang perkembangan program dan strategi pencapaian output program. Dari laporan yang di sampaikan oleh para fasilitator desa, sampai saat ini target capaian yang telah di capai dari yang telah di targetkan sudah mencapai 10%.

Untuk mencapai target selanjutnya, tim MONEV menekankan beberapa hal yang harus dilakukan oleh fasilitator desa terkait untuk keberhasilan program diantaranya, fasdes harus mampu melahirkan kader lokal untuk Kespro di Pulau Saponda, adanya kesadaran dikalangan perempuan muda Bajo Saponda untuk tidak kawin muda, memperbanyak diskusi secara persuasive  tentang permasalahan Kespro kepada para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat.

Dalam Rapat yang berlangsung selama 2 hari itu kemudian juga membahas tentang kesenian adat tradisional yang sering dilaksanakan oleh masyarakat Bajo saponda yang disebut dengan Iko-Iko. Iko-iko ini sendiri adalah merupakan sala satu kesenian tradisional dalam yang dilaksanakan di laut dalam bentuk syair dan dalam syair itu mengandung makna pesan-pesan moril. Nah, iko-iko ini kemudian akan menjadi bagian dari dokumentasi dalam bentuk film documenter yang termasuk bagian dari program kesehatan reproduksi (Kespro).

ALPEN SULTRA BEKERJA BERSAMA PEREMPUAN BAJO DALAM PENYADARAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DAN HAK SEKSUAL.

Posted on Updated on

Program Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang saat ini dilaksanakan oleh ALPEN SULTRA kerjasama HIVOS di Pulau saponda akan berjalan selama 10 bulan. Saat ini  telah memasuki bulan ke-4. Selama itu pula para fasilitator desa dengan gencar melakukan kampanye dan pendampingan dengan hidup bersama masyarakat saponda untuk membangun kesadaran perempuan bajo terhadap hak reproduksi dan seksual mereka.

Untuk mencapai tujuan program, ALPEN SULTRA melakukan tahapan kegiatan melalui seri pendidikan KESPRO dalam diskusi kampung terstruktur serta kunjungan rumah intensif. Kunjungan rumah merupakan point dari program ini. Melalui kunjungan rumah, banyak sekali masalah kesehatan reproduksi perempuan yang diketahui dalam kondisi yang sudah parah, seperti kista dan keputihan yang sudah menahun.

Program membangun kesadaran untuk KESPRO di pulau Saponda ini dimulai ketika ALPEN SULTRA masuk dengan kegiatan penguatan ekonomi mikro untuk kelompok perempuan  pesisir di teluk Kendari. Hasil survey kesehatan reproduksi menunjukkan tingginya penyakit yang disebabkan oleh ketidakpahaman  tentang kesehatan reproduksi, tingginya angka kawin muda dan aborsi tidak aman.

Sesungguhnya target program kespro ini bukan hanya pada perempuan berkeluarga namun juga  membangun kesadaran tokoh agama dan tokoh adat, para suami, laki-laki muda serta perempuan muda. Kesadaran semua pihak akan membantu perempuan keluar dari kemiskinan, mengantarkan perempuan hidup tanpa kekerasan serta menolong diri mereka sendiri untuk sadar dan saling menghargai atas hak individu untuk bebas dari segala macam ketakutan terhadap ancaman kemiskinan dan kekerasan.

Untuk memastikan program ini berjalan sesuai target program, maka pada hari kamis (08/07/2010), untuk pertama kalinya tim monitoring dan evaluasi turun lapangan. Dalam MONEV tersebut dibahas beberapa item yang dilakukan  oleh para faslitator desa, diantaranya sejauh mana pencapaian program kesehatan reproduksi (Kespro) dan strategi yang dilakukan para fasdes dalam penyampain isi program  kepada masyarakat . Tim MONEV menilai, saat ini pencapaian program telah mencapai 10% dari target program. Tim Monev menyarankan untuk meningkatkan kreativitas pendampingan agar capaian program sesuai target.

Untuk mendukung pencapaian program, staf media dan publikasi ALPEN SULTRA membuat dokumentasi film. Selain menjadi dokumen program, juga akan dipublikasikan secara luas kepada masyarakat kota kendari dan sekitarnya, sebagai pembelajaran membangun kesadaran kespro, melalui kerjasama dengan media televisi lokal. Untuk memberikan dampak program lebih luas kepada perempuan bajo, ALPEN SULTRA juga menempatkan fasdes di desa Bajo Indah dan Leppe, dimana komunitas bajo bermukim. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada perempuan Bajo di luar daerah sasaran program.

Fasdes Kespro Turun Lapangan

Posted on Updated on

setelah melewati proses pelatihan selama 4 hari di Hotel Dewa Bintang 2 Kendari, para Fasilitator Desa program Kesehatan Reproduksi (KESPRO) kini telah turun lapangan yaitu di Pulau Saponda untuk memfasilitasi masyarakat disana dalam mendapatkan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi dan mau berbuat untuk menjaga kesehatan mereka. para fasilitator desa ini akan bertugas selama sepuluh bulan dengan tujuan akhir, terbinanya kader-kader kespro dalam masyarakat Pulau Saponda.