slogan

Pernikahan Dini, Masalah Yang Dirasakan Warga Namun Sulit Dipecahkan

Posted on Updated on

Pernikahan ???????????????????????????????anak dibawah umur, atau lebih dikenal dengan istilah pernikahan dini merupakan sebuah polimeik yang dihadapi masyarakat desa Saponda. Pasalnya masyarakat sendiripun merasa tidak ada yang dapat mengatur ataupun mencegah terjadinya pernikahan dini dikalangan masyarakat mudanya. Salah serorang kader dampingan Aliansi Perempuan menyatakan bahwa dikalangan para muda-mudi ini juga rentan terjadi pergaulan bebas. Hal inilah yang kedepannnya memicu terjadinya pernikahan dini.

Pada kesempatan ini Aliansi Perempuan mengunjungi desa Saponda untuk menyelenggarakan diskusi dengan masyarakat yang diwakili beberapa aparat desa, serta kader-kader dampingan Aliansi Perempuan. Dalam diskusi ini akan dibahas beberapa hal diantaranya terkait dengan Kesehatan Reproduksi pada umumnya dan membahas topik khusus terkait pernikahan dini. Pertemuan ini diselenggarakan pada tanggal 17 Februari 2014, pukul 7 waktu setempat. Mengingat masyarakat memiliki waktu luang di malam hari, sementara sehari-hari mereka harus mencari ikan di laut.

Selama proses diskusi, masyarakat Saponda sangat aktif dan proaktif dalam menanggapi pernyataan yang kami lontarkan. Adapun agenda yang kami lakukan selama proses diskusi ini adalah :

  1. Diskusi MUSREMBANG, membantu masyarakat agar program Kesehatan Reproduksi masuk dalam usulan mereka
  2. Diskusi permasalahan pernikahan dini yang terjadi di desa mereka
  3. Sosialisasi hak anak
  4. Diskusi terkait dengan rencana pembuatan spanduk dan peraturan desa terkait pernikahan dini

Masyarakat Saponda menyambut baik usulan terkait program terkait KESPRO, mengingat masyarakat sendiri merasakan adanya permasalahan tersebut. Adapun program yang mereka usulkan adalah agar adanya peningkatan kapasitas untuk kader-kader kesehatan, serta juga penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung program KESPRO. Disisi lain, perlu juga adanya sosialisasi ke sekolah-sekolah, agar anak-anak semakin dibekali pengetahuan mengenai hal kesehatan reproduksi.

???????????????????????????????

Pernikahan dini merupakan topic khusus yang dibahas dalam pertemuan ini. Masyarakat sendiri menyadari bahwa semakin banyak kasus pernikahan yang melibatkan anak dibawah umur. Dalam diskusi dapat ditangkap bahwa penyebabnya adalah minimnya aktivitas bagi anak-anak remaja, sehingga mereka mencari hiburan lain yang mengarah kepada pergaulan bebas. Disisi lain, anak-anak memaksa untuk dinikahkan karena mereka sudah terlanjur berbadan dua, sehingga orang tua sendiripun tidak dapat menolak hal tersebut. Factor lainnya adalah tidak adanya peraturan di desa yang melarang hal tersebut, disinilah Aliansi Perempuan mengajak masyarakat untuk membahas terkait peraturan desa untuk pernikahan dini. Namun, seiring diskusi, masyarakat terkendala dengan support dari kepala desa. Oleh sebab itu pertemuan ini masih dalah tahap awal upaya mentrigger masyarakat untuk semakin aware dengan pernikahan dini.

Pertemuan ini juga mensosiliasaikan materi hak anak. Salah satu hak anak dari 4 tahap adalah hak mendapat perlindungan. Point inilah yang ditekankan dalam pertemuan ini, mengingat dengan melakukan pembiaran pernikahan dini maka sebagai orang dewasa kita tidak melindungi anak-anak untuk tetap menjalani hidupnya dengan aman. Bisa saja dalam perjalanannya, anak yang belum siap secara fisik dan mental mengalami tekanan-tekanan dan juga rentan secara fisik karena belum siap mengandung.

Diakhir pertemuan, peserta diskusi diajak untuk memberikan ide dan pemikiran untuk pembuatan poster slogan, yang nantinya akan dipasang di beberapa titik di desa mereka. Adapun ide-ide mereka adalah “pernikahan dini merusak masa depan generasi muda”, pernikahan dini menyebabkan munculnya penyakit reproduksi”, dll. Ide-ide inilah yang nantinya akan kita pilah dan disesuaikan dengan bahasa local mereka agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Saponda – Melya-