sosialisasi alat-alat reproduksi

CATATAN PELATIHAN KESPRO 1

Posted on Updated on

Banyak canda, banyak tawa. Peserta terkadang masih malu-malu dan ragu ketika alat-alat reproduksi ditunjukkan. Mereka masih merasa canggung karena belum terbiasa untuk mengenal hal tersebut secara umum.

Tak mau kalah dengan peserta perempuan, pesrta laki-laki juga gencar melotarkan pertanyaan kepada Mbak Wirda seputar alat reproduksi laki-laki. Dalam pelatihan ini, selain diajarkan berbagai macam teori kesehatan reproduksi, peserta juga diajak untuk mempraktekkan cara memfasilitasi didalam kelompok masyrakat dampingan. Dengan tujuan agar peserta pelatihan Fasilitator Desa tidak ragu-ragu lagi ketika mereka terjun langsung dilapangan.aktek kesehatan reproduksi dikeluarkan oleh Mbak Wirda sebagai  pemateri pelatihan Fasilitator Desa mengenai Kesehatan Reproduksi. Alat-alat praktek reproduksi seperti vebrigator yang terbuat dari kayu berbentuk penis manusia dan gambar alat kelamin perempuan  terkadang menjadi bahan lulucon bagi peserta pelatihan yang masih sedikit tabu dengan  hal-hal tersebut.

Dengan kelihain mbak wirda sebagai pemateri, membuat peserta yang tadinya masih malu-malu untuk menyentuh alat praktek perlahan kecanggungan mereka hilang. Bahkan bagi peserta perempuan memanfaatkan momentum pelatihan ini sebagai ajang konsultasi kepada Mbak Wirda soal apa saja yang harus mereka lakukan agar terhindar dari penyakit-penyakit reproduksi.

Tim Monitoring Evaluasi Program Kespro di Lapangan

Posted on Updated on

Program Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang diselenggarakan di Pulau saponda selama 10 bulan sejauh ini  telah memasuki bulan ke-3 masa berjalan program. Selama itu pula para fasilitator desa dengan gencar mensosialisasikan program kesehatan reproduksi yang secara substansi adalah menyangkut hak dasar yang harus dimiliki perempuan tentang hak reproduksi dan hak seksual.

Pada hari kamis (08/07/2010), untuk pertama kalinya tim monitoring langsung turun lapangan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja para fasilitator desa terkait dengan program kesehatan reproduksi (Kespro) selama memasuki bulan ke-3 masa program berjalan. dalam evaluasi para fasilitator desa dan tim monitoring membahas beberapa item yang dilakukan  oleh para fasdes, diantaranya sejauh mana pencapaian program kesehatan reproduksi (Kespro) dan strategi yang dilakukan para fasdes dalam penyampain isi program  kepada masyarakat terkait dengan kesehatan reproduksi.

Untuk pencapaian program sejauh ini telah mencapai 30% untuk tahap awal pencapaian program, Adapun yang menjadi strategi para fasdes dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat sangat bervariasi antara fasdes perempuan dan fasdes laki-laki, ada yang memulai pendekatan dengan menilik dari sisi ekonomi masyrakat dan ada juga yang langsung masuk pada permasalahan yang menyangkut tentang kesehatan reproduksi mereka.

Yang menjadi tujuan dari evaluasi para fasilitator desa ini bukan hanya sekedar untuk melihat keberadaan para fasdes di lapangan tetapi yang sangat urgen adalah sejauh mana para fasilitator desa dalam memperkenalkan dan mengkampanyekan betapa pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini kepada masyarakat pulau Saponda.